First blog post

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Advertisements

Pendaftaran beasiswa universitas Majma’ah,Arab Saudi tahun ajaran 1440-1441/2019-2020

dibuka pendaftaran beasiswa universitas Majma’ah Arab Saudi tahun ajaran 1440-1441 / 2019-2020 pada tanggal 15 Muharram 1439 sampai 4 shafar 1439 atau yang bertepatan pada tanggal 25 September sampai 14 Oktober 2019

Untuk link pendaftaran beasiswa sebagai berikut:
/Http://edugate.mu.edu.sa

Atau bisa melalui halaman website kampus melalui link :
mu.sa/3uzf8
kemudian klik kolom (اضغط هنا) pada barisan (منح خارجية)

Dan untuk mengetahui tata cara pendaftaran online untuk beasiswa universitas Majma’ah bisa lihat di link berikut:
https://ppmimajmaah.wordpress.com/2017/11/27/panduan-pendaftaran-online-beasiswa-universitas-majmaah/
.
.
Kemudian ada beberapa poin yang ingin kami (admin) sampaikan seputar penerimaan mahasiswa Indonesia di universitas Majma’ah Arab Saudi:

1.sampai saat ini belum ada konfirmasi sama sekali dari pihak musyrif mahasiswa maupun idaroh mahasiswa non Saudi terkait adanya mahasiswa Indonesia yang diterima (untuk pendaftaran tahun lalu)

2.universitas memiliki aturan tersendiri dalam menentukan kelulusan bagi calon mahasiswa non Saudi: dalam artian universitas menentukan kelulusan bagi mahasiswa dari negara yang belum tercatat oleh universitas (pengkaderan)

3.bisa kami sampaikan tahun lalu pihak universitas menerima banyak mahasiswa dari belahan negara Afrika dan beberapa negara Eropa

4.kami (Ppmi Majma’ah) hanya bisa menyebarkan dan membantu untuk menginformasikan seputar beasiswa untuk mahasiswa non Saudi yang dibuka setiap tahunnya,adapun kelulusan adalah semata-mata pihak universitas yang menentukan

5.Dikarenakan fasilitas asrama yang masih terbatas,hal ini mungkin yang membuat pihak universitas masih belum membuka peluang banyak untuk penerimaan mahasiswa non Saudi

6.kami himbau juga kepada seluruh pendaftar bahwa kesempatan untuk belajar di Arab Saudi terbuka luas,oleh karena itu bagi pendaftar bisa mendaftarkan diri untuk menerima beasiswa dari universitas-universitas Arab Saudi lainnya

7.kami mohon beberapa himbauan ini dapat dimaklumi oleh kawan-kawan sekalian (para pendaftar),agar tidak terjadi kesenjangan dalam memahami keadaan pendaftaran beasiswa di universitas Majma’ah.
.
.
Semua Allah ta’ala memberikan kemudahan dan jalan terbaik untuk kita dalam menuntut ilmu agama

Washallahu ‘ala nabiyyina Muhammad.

==============
PPMI Majma’ah
11 Muharram 1439

PRESTASI MAHASISWA INDONESIA UNIVERSITAS MAJMAAH TINGKAT MA’HAD BAHASA ARAB SE UNIVERSITAS ARAB SAUDI 

telah diumumkan hasil perlombaan national untuk pelajar Ma’had bahasa Arab se universitas Arab Saudi yang diselenggarakan oleh king Abdullah internasional center for the Arabic language yang bertempat di ibukota Riyadh Arab Saudi
Perlombaan yang terdiri dari empat kategori yaitu:
1.lomba kaligrafi

2.lomba ilqo(penyampaian bait syair)

3.lomba debat ilmiah

4.lomba musajalah syi’riyyah yaitu (lomba saling balas membalas antara dua pihak dengan bait syair)
Persaingan yang kuat antara seluruh para peserta yang terdiri dari sembilan universitas di Arab Saudi diantaranya:
Majma’ah university(MU),qasim university(QU),king saud university(KSU), Ummul Quro university (UQU),islamic university of Madinah(IU),Tabuk university(UT),Thaif university(TU),king Abdul Aziz university(KAU),princes nourah bint Abdulrahman university(PNU)
Membuat perlombaan menjadi semakin menarik dan seru, dimulai dari lomba debat ilmiah Sampai lomba musajalat syi’riyyah yang membuat kagum para juri dan hadirin 
Berkat izin dan taufiq Allah ta’ala Kemudian dukungan dari para pembimbing,universitas Majmaah dinobatkan sebagai juara umum dalam perlombaan national untuk pelajar Ma’had bahasa Arab se universitas Arab Saudi tahun 1439 yang menjuarai tiga dari empat kategori perlombaan diantaranya:
1.juara satu kategori perlombaan kaligrafi yang dimenangkan oleh saudara Abdurrofi’ bin uteng didah (Mahasiswa Indonesia asal Sukabumi)
2.juara satu kategori perlombaan musajalat syi’riyyah yang dimenangkan oleh saudara mus’ab Abdurrahman Syarifuddin (Mahasiswa indonesia asal lombok)
3.juara satu kategori perlombaan ilqo yang dimenangkan oleh Saudara Taufiq Wandi (Mahasiswa asal Ethopia)
Berkata syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- 
“Bahasa Arab adalah Syiar Agama Islam dan para pengikutnya”
Sungguh indah bait syair seorang pujangga Libanon:
“لغةٌ إذا وقعت على أكبادنا

كانت لنا بردا على الأكبادِ
وتظلّ رابطة تؤلف بيننا

فهي الرجاء لناطق بالضادِ
Dengan adanya perlombaan perdana ini semoga menjadi batu loncatan untuk para pemenang menuju langkah yang lebih baik dan juga menjadi motivasi bagi yang lain untuk mengikuti langkah berprestasi mereka,

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kepada kita Taufiq dan kelancaran dalam belajar dan urusan kita
Washalallahu ‘ala nabiyyina Muhammad
Salam persahabatan.

.

.

.

PPMI Majmaah 30 Rajab 1439

Keterangan: 

-saudara Abdurrofi’ berada di posisi kedua dari sebelah kanan foto

-saudara mus’ab berada di posisi kedua dari sebelah kiri foto

MASA UJIAN DALAM TIMBANGAN SUNNAH NABAWIYYAH

Oleh: dr.syaikh shalih bin furaih al-bahlal [dosen hadits fakultas tarbiyah universitas Majma’ah kota zulfi Saudi Arabia]

Alhamdulillah segala puji bagi Allah ta’ala serta shalawat dan salam selalu tercurahkan untuk nabi kita Muhammad-shallallahu’alaihi wasallam- 

‘amma ba’du:
Dibawah ini merupakan beberapa renungan yang berkaitan dengan masa ujian menurut Sunnah nabawiyyah-shallallahu’alaihi wasallam- semoga bermanfaat bagi para pelajar
1.bahwasanya Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wasallam- jika terjadi sesuatu perkara yang penting,maka beliau senantiasa berdoa:
« لا إله إلا الله العظيم الحليم، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لا إله إلا الله رب السموات ورب الأرض ورب العرش الكريم »
[Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim]
Dalam riwayat lain:
“bahwasanya Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wasallam- jika terjadi sesuatu perkara penting,maka beliau melaksanakan shalat”
[Diriwayatkan oleh Ahmad]
Salah satu dari perkara yang penting adalah kecemasan untuk menghadapi ujian,maka hendaknya seorang penuntut ilmu tidak melalaikan doa ini dan juga shalat ini pada waktu-waktu belajar dan sebelum waktu ujian berlangsung, sehingga dengan sebab itu Allah ta’ala akan menghilangkan kesulitan darinya,dan meringankan kecemasan dari dirinya,memudahkan baginha untuk mengulang pelajaran serta meringankan dirinya dalam mengerjakan soal-soal ujian.
2.dianjurkan bagi seorang pelajar jika ia mengalami kesulitan dalam sesuatu masalah ketika sedang berlangsungnya ujian, hendaknya ia berdoa dengan doa yang diucapkan oleh Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wasallam-:
 “(اللهم لا سهل إلا ما جعلته سهلا وأنت تجعل الحزْن سهلاً إذا شئت)” 
[Diriwayatkan oleh Ibnu hibban].
3.betapa indahnya wasiat -Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam- ketika beliau bersabda:
Jika terjadi sesuatu padamu maka janganlah engkau berkata:

“Andai saja aku melakukan hal ini niscaya akan terjadi seperti ini maupun itu,akan tetapi katakanlah:

” قدر الله ماشاء فعل ”
Karena andai-andai dapat membuka (pintu)peluang syaitan.
[Diriwayatkan oleh Muslim]
Hadist ini memberikan hiburan bagi seorang pelajar ketik ia telah berusaha dan berjuang Kemudian terjadi kegagalan, hendaknya ia menerima Ketetapan Allah yang telah terjadi,karena keluh kesah setelah ujian tidak bermanfaat sedikitpun,bahkan menambah kecemasan dan membuat pikiran tidak fokus sehingga membuat ia tidak mengoptimalkan persiapannya untuk ujian selanjutnya.
4.bahwasanya Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wasallam- jika melihat sesuatu yang membahagiakan beliau bersabda:
“الحمد لله بنعمته تتم الصالحات”
Dan sebaliknya,jika beliau melihat sesuatu yang tidak disukai beliau bersabda:
“الحمد لله على كل حال”
[Diriwayatkan oleh Ibnu hibban]
Betapa indahnya jikalau seorang pelajar mengucapkan:
“الحمد لله بنعمته تتم الصالحات”
Ketika ia dapat menjawab soal ujian dengan baik
Dan juga ia mengucapkan:
“الحمد لله على كل حال”
Ketika ia belum optimal dalam menjawab soal ujian,yang dengan mengucapkan doa tersebut dapat menenangkan pikiran dan perasaannya setelah ujian selesai.

5.Diriwayatkan didalam shahih Bukhari dan Muslim bahwasanya ka’ab bin Malik-radhiyallahu’anhu- sujud syukur Ketika Allah ta’ala mengabarkan akan taubatnya,dan sujud beliau Tersebut terjadi pada zaman nabi Muhammad-shallallahu’alaihi wasallam- dan wahyu pun berlangsung turun
Hal tersebut menunjukkan akan disyaratkannya melakukan sujud Ketika terjadi suatu nikmat pada khususnya, terutama ketika telah munculnya nilai ujian, hendaknya seorang pelajar tidak melalaikan Sunnah yang satu ini.

6.rasulullah -shalallahu ‘alaihi wasallam-bersabda:
“Doa bagi seseorang yang sedang merasakan kecemasan dan kesedihan:
اللهم رحمتك أرجو ، فلا تكلني إلى نفسي طرفة عين ، وأصلح لي شأني كله لا إله إلا أنت
[Diriwayatkan oleh ahmad dan abu Dawud]
Hendaknya lisan seorang muslim tidak lepas untuk mengucapkan doa ini terkhusus bagi seorang pelajar, karena walaupun seluruh kesungguhan dan usaha untuk menuai kelulusan telah ia kerahkan,sungguh urusannya tersebut tidak akan berhasil tanpa izin Allah semata
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh ahmad, bahwasanya -Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam- pernah berdoa:
“Saya bersaksi wahai Allah jika engkau memikulkan segala urusanku terhadap diriku(tanpa bantuanmu),sungguh engkau akan memikulkan diriku kepada ketiadaan,aib,dosa dan kesalahan”
Tidak diragukan oleh setiap muslim bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala adalah pengatur untuk setiap nikmat dan hanya disisi Allah ta’ala lah bukan disisi seorangpun kemudahan untuk setiap urusan,akan tetapi kemungkinan seorang pelajar bisa memperkirakan akan kelulusannya dikarenakan kepintaran dan kekuatan Hafalannya
Telah berkata ibnul qayyim:
“Setiap kebaikan berasal dari Taufiq dari Allah semata tanpa ada campur tangan manusia,dan kunci dari Taufiq Tersebut adalah doa,merendahkan diri disisi

Allah,kesungguhan dalam memohon,dan harap cemas kepada Allah ta’ala
Kapan saja Allah ta’ala memberikan kunci tersebut untuk hambanya, berarti ia telah menginginkan hamba tersebut untuk membuka pintu Taufiq,dan kapan saja Allah menutup peluang baginya untuk menuai kunci tersebut,niscaya pintu kebaikan akan tetap terkunci kuat”.

7.wahai pelajar…

Hendaknya sabda Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wasallam-:
“Barangsiapa yang berbuat curang pada kami,maka ia bukan dari golongan kami”
[Diriwayatkan oleh Muslim]
Sebagai panutan bagimu dan yakinlah bahwasanya dunia beserta isinya tidak akan menyamai ancaman Nabawi ini, bagaimana jadinya dengan ujian-ujian yang akan berlangsung jika dirimu melakukan kecurangan(baca:niscaya ancaman tersebut bertambah jika dalam setiap ujian ia melakukan kecurangan)
Maka dari itu, kuatkan tekadmu,dan bertakwalah kepada tuhanmu,karena takwa jika telah menyusup pada hati seseorang niscaya akan mengakar kuat
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan memberikan baginya jalan keluar” [ QS:at-tahrim:2]
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan memudahkan urusannya” [ QS:at-tahrim: 4]
Saya berdoa untukmu wahai pelajar pada tulisan yang ringkas ini agar Allah ta’ala memberikan Taufiq dalam ujianmu dan memberikan kekokohan bagimu untuk menjawab soal ujian serta mengakaruniakan kepadamu ketenangan jiwa dan menjadikan dirimu bermanfaat untuk agama Islam dan kaum muslimin dikemudian hari.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

.

.

Keterangan:

-terdapat atsar sahabat dalam artikel yang kami tidak cantumkan dalam rangka membuat artikel lebih ringkas

-untuk melihat artikel selengkapnya di link berikut :

-photo by@mu_cez

.

.

.

Zulfi KSA 9 rabi’ul akhir 1439

SEPUTAR MASJID AL-AQSHA


Untaian faidah khutbah Jum’at Syaikh Abdurrahman al-hamd (khatib jami’ Bilal bin Rabah kota zulfi Arab Saudi)
-dirangkum oleh Muhammad Rizki radifan: Mahasiswa universitas Majma’ah Arab Saudi

Berikut ini adalah beberapa pengetahuan dan keutamaan masjid al-aqsha:
1.masjid al-aqsha adalah kiblat umat Islam yang pertama dan Rasulullah-shallallahu’alaihi wasallam- Melaksanakan shalat menghadap Masjid al-aqsha ketika beliau berada di mekkah
setelah Rasulullah-shallallahu’alaihi wasallam- hijrah ke Madinah,Rasulullah masih menghadap masjid al-aqsha dalam shalatnya sekitar satu tahun empat bulan atau lima bulan,pada kondisi tersebut Rasulullah menginginkan kiblat dalam shalat berpindah menuju Masjidil haram,maka Allah ta’ala perkenankan keinginan nabinya Tersebut untuk menghadap Masjidil haram ketika shalat (sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah 144)
2.terdapat hubungan yang erat antara Masjidil Aqsha dan masjidil haram,karena jarak pembangunan kedua hanya berjarak 40 tahun sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh abu Dzar Al-Ghifari dalam shahih al-Bukhari dan Muslim
3.masjid al-aqsha adalah salah satu masjid yang dianjurkan untuk melakukan safar kepadanya dalam rangka untuk melakukan shalat atau ibadah lainnya, karena pahala shalat didalamnya sama seperti lima ratus kali shalat sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim
4.baitul maqdis dan sekitarnya merupakan tanah Mahsyar (tanah dibangkitkannya manusia pada akhir zaman kelak) sebagaimana penjelasan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah-rahimahulllah-begitu,dan juga tanah dimana dibacakan nya empat kitab suci
5.masjid al-aqsha adalah masjid yang diagungkan oleh seluruh agama dan seluruh nabi dan masjid tersebut adalah pengarungan seluruh nabi diantaranya adalah penutup para nabi Muhammad- shalallahu ‘alaihi wa sallam-
6.kemulian untuk nabi Sulaiman-‘alaihis salam yang telah membangun kembali masjid al-aqsha karena masjid al-aqsha telah dibangun ratusan tahun sebelum  nabi Sulaiman 
7.palestina dan masjid al-aqsha merupakan dambaan seluruh hamba Allah yang beriman,hal tersebut sudah ada semenjak nabi Yakub dan bapaknya nabi Ishaq anak dari nabi Ibrahim-‘alaihimus salam-
8.yang dimaksudkan bumi yang diberkahi yang disebutkan didalam Al-Qur’an adalah bumi Syam(tempat keberadaan masjid al-aqsha) sebagaimana yang dikabarkan oleh Hasan al-bashri-rahimahullahu-
9.pada tahun 10 hijriah dikenal dengan tahun isra dan mi’raj Rasulullah-shallallahu’alaihi wasallam- ke Baitul maqdis sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat al-isra ayat 1
10.pada malam isra Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- melaksanakan shalat mengimami para nabi di Baitul maqdis
11.rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- telah memberikan kabar gembira bahwa Baitul maqdis akan ditaklukkan sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh ‘auf bin Malik al’asyjai’ -radhiyallahu ‘anhu-
12.dan pada tahun 15 hijriah terbukti akan kabar gembira Rasulullah-shallallahu’alaihi wasallam- Tersebut ketika umat Islam memasuki masjid al-aqsha dan Khalifah Umar bin Khattab pun memasuki masjid al-aqsha ketika beliau datang dari Madinah untuk menerima kunci-kunci masjid al-aqsha
13.ketika Khalifah Umar bin Khattab-radhiyallahu’anhu- memasuki bumi Syam beliau berkata dengan kalimat nya yang terkenal:
“Kita adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan agama islam dan sampai kapanpun jika kita menginginkan kemuliaan dengan selain agama Islam niscaya Allah akan menghinakan kita”
14.khalifah Umar bin Khattab-radhiyallahu’anhu-telah memasuki bumi Palestina dengan kemulian Islam,beliau tidak menghancurkan tempat-tempat ibadah seperti Gereja maupun yang lainnya dan membiarkan keadaan seperti sedia kala, serta beliau menulis perjanjian untuk penduduk setempat
15.pada saat itu golongan ahli kitab seperti Yahudi dan Nasrani hidup damai dalam keadilan hukum Islam,yang mereka belum pernah menemui keadilan ini pada hukum-hukum agama mereka
Wahai umat Islam….

Tidak diragukan kembali bahwa kebenaran berada pada pihak umat Islam perihal kemuliaan, kehormatan, kesucian masjid al-aqsha
Akan tetapi termasuk sunnatullah dalam kehidupan manusia bahwa kebenaran jika tidak diiringi dengan kekuatan maka kebenaran akan diruntuhkan oleh kebatilan dan pada akhirnya kebatilan adalah pergerakan yang akan musnah
kaum muslimin pendahulu,mereka tertolong dari musuh-musuh mereka dan kemampuannya mereka menebar keadilan bukan karena persenjataan dan jumlah mereka yang banyak,akan tetapi mereka tertolong dengan keimanan mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan pada hakikatnya kebenaran berada di pihak mereka
Al-quds masih menjadi genggaman pasukan salib selama delapan puluh tahun Kemudian dapat ditaklukkan oleh panglima Muslim Shalahuddin Al-ayyubi, dengan izin Allah hukum Islam akan tegak di bumi al-quds dan selamanya tidak akan dapat ditaklukkan oleh bangsa Yahudi
Walhasil bagaimana solusinya?
Solusinya adalah dengan berpegang teguh kepada kitab Allah Al-Qur’an,saling tolong menolong dalam kebaikan dan memperbaiki diri.
“مازال في العين طيف القدس يجمعنا

لا الحلم مات ولا الأحزان تنيسنا ”

فاروق جويدة
_____________________

Keterangan:

Gambar dan bait syair diambil dari akun Twitter@f_goweda

.

.

.

Zulfi KSA 20 rabiul awal 1439

BERBAHAGIALAH ENGKAU WAHAI PENGAJAR AL-QURAN


Oleh: Fadhilatus Syaikh Shalih bin Furaih al-Bahlal [Dosen hadits universitas Majma’ah, Riyadh, Saudi Arabia.

Diriwayatkan oleh imam al-Bukhari melalui jalan Sa’ad bin ‘Ubaidah dari Abu Abdirrahman as-Sulami dari Utsman bin Affan bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda :

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

” Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

Dalam riwayat lain :

إن أفضلكم

” Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Maka berkata abu Abdirrahman as-Sulami (salah seorang yang meriwayatkan hadist diatas):

” Karna keutamaan yang tinggi inilah, yang mendudukkan aku di kursi ini (mengajarkan Al-Quran).”

Berkata al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul bari (77/9):

” Bahwasanya hadits yang diriwayatkan oleh Utsman tentang keutamaan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, menjadikan abu Abdirrahman as-Sulami memaksimalkan umurnya untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain, tentu dengan harapan keutamaan yang besar tersebut.”

Maka timbul pertanyaan,

Berapa lamakah abu Abdirrahman as-Sulami mengajarkan Al-Quran ?

Murid beliau yang bernama Sa’ad bin ‘Ubaidah menjawab :

 “Abu Abdirrahman mengajarkan Al-Qur’an sejak masa khilafah ‘Utsman bin Affan sampai masa kekuasaan al-hajjaj bin Yusuf at-Tsaqofi.”

Kemudian Timbul kembali pertanyaan,

” Berapa lamakah masa antara khilafah ‘Utsman bin Affan dan kekuasaan al-hajjaj bin Yusuf at-Tsaqafi ?

Al-Hafidz Ibnu Hajar menjawab di dalam kitabnya Fathul bari (9/76) :

” Terhitung awal masa khilafah ‘Utsman bin Affan dan akhir dari kekuasaan al-Hajjaj bin Yusuf at-Tsaqofi adalah 72 tahun kurang 3 bulan, dan masa antara akhir khilafah’ Utsman bin Affan dan awal kekuasaan al-hajjaj bin Yusuf di Iraq adalah 38 tahun. Akan tetapi Saya belum meneliti lebih jauh kapan awal dan akhir masa pengajaran abu Abdirrahman as-sulami, Wallahu a’lam akan masa tersebut, sedikit atau lebihnya masa tersebut dapat diketahui oleh pihak yang saya telah sebutkan.”

Al-hasil, dapat diketahui bahwa abu Abdirrahman as-Sulami telah mengajarkan Al-Qur’an selama 38 tahun dan kemungkinan bisa jadi lebih dari itu, sungguh tidak diragukan lagi masa tersebut adalah waktu yang sangat lama.

Untukmu  saudaraku pengajar Al-Quran …

Jika jalanmu masih panjang dalam mengajarkan Al-Quran dan rasa bosan menghampirimu, perasaan malas memberatkanmu, ketidaklancaran bacaan murid menyusahkanmu, maka janganlah engkau bersedih hati dan janganlah berpangku tangan, ingatlah hadits ‘Utsman bin Affan, lihatlah kesabaran Abu Abdirrahman as-Sulami dalam mengajarkan Al-Qur’an serta hiburlah dirimu dengan kisah seorang imam yang bernama Abu Manshur Muhammad bin Ahmad bin ‘Ali al-Khayyat, sebagaimana yang dipaparkan jalan hidupnya oleh imam az-Zahabi dalam kitab nya Siyar A’lam an-Nubala (13/223), beliau berkata :

 ” Abu Manshur Muhammad bin Ahmad bin ‘Ali al-Khayyat menghabiskan waktunya untuk mengajarkan Al-Qur’an selama jangka waktu yang panjang dan seantero umat telah mendatangi beliau untuk mempelajari Al-Qur’an”.

Dan juga dinukil dari as-Sam’ani bahwasanya : Abu Manshur pernah bermimpi (mimpi tentang keadaan beliau setelah wafat), seraya berkata:

 ” Allah telah mengampuniku  sebab aku telah mengajarkan anak-anak surat Al-fatihah.”
Keterangan:

Artikel bisa dilihat di akun Twitter resmi syaikh shalih bin furaih al-bahlal:@dr_albahlal

________

Zulfi, Riyadh, Saudi Arabia

 17 Rabiul awwal 1439

BERBAHAGIALAH ENGKAU WAHAI PENGAJAR AL-QURAN


Oleh: Fadhilatus Syaikh shalih bin furaih al-bahlal [dosen hadits universitas Majma’ah kota zulfi Saudi Arabia]

.

.

.

diriwayatkan oleh imam al-Bukhari melalui jalan Sa’ad bin ‘ubaidah dari abu Abdirrahman as-sulami dari Utsman bin Affan dari Rasulullah-shallallahu’alaihi wasallam- bahwasanya beliau bersabda:
“خيركم من تعلم القرآن وعلمه”
“Sebaik-baiknya kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya
Dalam riwayat lain
“إن افضلكم”

“Seafdhal- Afdhal nya kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”
Maka berkata abu Abdirrahman as-sulami:
“Keutamaan Tersebut lah yang menjadikanku memutuskan untuk duduk di tempatku ini (mengajarkan manusia al-quran)
Berkata al-hafidz Ibnu Hajar dalam kitab nya Fathul bari (77/9):
“Bahwasanya hadits yang diriwayatkan oleh Utsman tentang keutamaan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, menjadikan abu Abdirrahman as-sulami memfokuskan dirinya untuk mengajarkan Al-Qur’an untuk manusia,hal tersebut ia lakukan dalam rangka meraih keutamaan tersebut”
Maka timbul pertanyaan:
“Berapa lama kah abu Abdirrahman as-sulami mengajarkan Al-Qur’an” ?
Murid beliau yang bernama Sa’ad bin ‘ubaidah menjawab:
“Abu Abdirrahman mengajarkan Al-Qur’an sejak masa khilafah ‘utsman bin Affan sampai masa kekuasaan al-hajjaj bin Yusuf at-tsaqofi”
Timbul kembali pertanyaan:
“Berapa lamanya masa antara khilafah ‘utsman bin Affan dan kekuasaan al-hajjaj bin Yusuf at-tsaqofi” ?
Maka Ibnu Hajar menjawab pertanyaan diatas dalam kitabnya Fathul bari (9/76):
“Terhitung awal masa khilafah ‘utsman bin Affan dan akhir dari kekuasaan al-hajjaj bin Yusuf at-tsaqofi adalah tujuh puluh dua tahun kurang tiga bulan(72 tahun kurang 3 bulan),dan masa antara akhir khilafah’ utsman bin Affan dan awal kekuasaan al-hajjaj bin Yusuf di Iraq adalah tiga puluh delapan tahun (38 tahun)
saya belum meneliti kapan awal dan akhir masa pengajaran abu Abdirrahman as-sulami, Wallahu a’lam akan masa tersebut,sedikit atau lebihnya masa tersebut dapat diketahui oleh pihak yang saya telah sebutkan”
Berarti dapat diketahui bahwa abu Abdirrahman as-sulami telah mengajarkan Al-Qur’an selama 38 tahun atau lebih, sungguh tidak diragukan lagi masa tersebut adalah waktu yang sangat lama
Maka wahai pengajar al-quran…

Jika jalanmu masih panjang dalam mengajarkan al-quran dan rasa bosan menghampirimu, perasaan malas memberatkanmu, ketidaklancaran bacaan murid menyusahkanmu maka janganlah engkau bersedih dan janganlah berpangku tangan,Ingatlah hadits ‘utsman bin Affan ini dan sabarnya sahabat abu Abdirrahman as-sulami dalam mengajarkan Al-Qur’an serta hiburlah dirimu dengan kisah seorang imam yang bernama Abi Manshur Muhammad bin Ahmad bin ‘ali al-khayyat sebagaimana kisahnya dijelaskan oleh imam az-zahabi dalam kitab nya “siyar a’lam an-nubala”(13/223)beliau berkata:
“Abi Manshur Muhammad bin Ahmad bin ‘ali al-khyyat menghabiskan waktunya untuk mengajarkan Al-Qur’an selama jangka waktu yang panjang,dan seantero umat telah mendatangi beliau untuk mempelajari Al-Qur’an”
Dan dinukil dari as-sam’ani bahwasanya : abu Manshur pernah bermimpi (mimpi tentang keadaan beliau setelah wafat) seraya berkata:
“Diriku diampuni karena(perbuatan)aku mengajarkan anak-anak Surat Al-fatihah”.

.

.

Keterangan:

– artikel bisa dilihat di akun Twitter resmi syaikh shalih bin furaih al-bahlal:@dr_albahlal

– tim penerjemah: @rizkiradifan@faridkh@rustam_jafary@nirwansohaimi@mushababdurrahmn@ll-man hady

– editor :@rofi.abdul

________________________

Zulfi, Saudi Arabia

17 rabiul awal 1439

​PEMBUKAAN PENDAFTARAN BEASISWA UNIVERSITAS MAJMA’AH SAUDI ARABIA TAHUN AJARAN 1439-1440/ 2017-2018

Telah dibuka kembali Pendaftaran beasiswa universitas Majma’ah yang dimulai pada tanggal 8-21 rabi’ul awwal 1439 atau yang bertepatan pada tanggal 26 November-9 Desember 2017
Diharapkan bagi siapapun yang ingin mendaftar agar mengetahui terlebih dahulu beberapa maklumat yang berkaitan dengan Pendaftaran
1.syarat penerimaan mahasiswa baru (non-saudi)
– diterapkan untuk mahasiswa non Saudi syarat-syarat penerimaan yang sesuai dengan ketentuan untuk mahasiswa Arab Saudi (lokal)
– batas umur Mahasiswa minimal 17 tahun maksimal 25 tahun

– tidak diperkenankan untuk pendaftar untuk mendaftar ke universitas Majma’ah jika ia telah menerima jenjang pendidikan dari salah satu lembaga pendidikan di Arab Saudi

– dokumen yang diperlukan harus dilegalisasi oleh pihak kedutaan besar Saudi Arabia di negara Pendaftar

– Pendaftar tidak pernah di droup out atau dikeluarkan oleh salah satu lembaga pendidikan Saudi Arabia

– bagi Pendaftar wanita hendaknya didampingi oleh mahrom nya, sesuai dengan arahan pendidikan dalam hal tersebut, baik sebagai penerima beasiswa pendidikan atau pekerja ( akan tetapi sampai saat ini belum dibuka beasiswa untuk mahasiswi non Saudi/ minhah kharijiyyah )

– Pendaftar telah dinyatakan lulus tes kesehatan yang telah ditetapkan oleh pihak kampus jika ia telah dinyatakan lulus Pendaftaran

– disyaratkan rekomendasi dari lembaga atau tokoh jika ia telah dinyatakan lulus (pengalaman admin berkas ini tidak terlalu urgent akan tetapi tetap perlu disiapkan)

2. Waktu berakhirnya beasiswa
Bagi setiap mahasiswa non Saudi (minhah kharijiyyah) diharapkan segera meninggalkan kerajaan arab Saudi setelah masa kelulusannya,dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 bulan dihitung dari hari kelulusan,jika telah berakhir masa pendidikan nya ( umumnya 4 tahun ) maka ia tidak boleh mengulur waktu lebih dari setengah Jangka pendidikan nya ( 2 tahun)
3. peraturan umum
– diterapkan untuk mahasiswa non Saudi peraturan yang berlaku di Arab Saudi
– Mahasiswa berada dalam naungan kampus selam masa pendidikan

– tidak dibenarkan untuk mahasiswa berpindah dari kampus ke kampus yang lainnya kecuali dalam keadaan yang dibenarkan

-tidak diperbolehkan bagi mahasiswa (minhah kharijiyyah) untuk melakukan pekerjaan di suatu perusahaan atau lembaga atau pribadi selama masa pendidikan

– diperlakukan untuk mahasiswa segala bentuk peraturan, himbauan dan maklumat yang aktif dalam wadah kampus

– diperkenankan bagi mahasiswa untuk memilih fakultas (akan tetapi untuk sekarang ini Mahasiswa non Saudi yang menerima minhah kharijiyyah hanya difokuskan di fakultas tarbiyah jurusan dirasat Islamiyyah )kecuali kedokteran karena fakultas tersebut dikhususkan untuk mahasiswa lokal

4.berkas yang diperlukan
– foto paspor yang masih aktif dalam bentuk scan
– ijasah SMA asli atau sederajat dan transkrip nilai nya ditambah lampiran ijasah terjemahan berikut transkrip nilai nya dalam bentuk scan Kemudian dijadikan dalam satu file pdf dengan ukuran sesuai dengan permintaan dalam kolom Pendaftaran (sampai saat ini admin belum bisa memastikan ukuran file dikarenakan link Pendaftaran yang belum bisa dibuka)

5. Pengajuan Pendaftaran
Pendaftaran beasiswa luar Saudi melalui situs akademik universitas Majma’ah dengan link sebagai berikut:
http://edugate.mu.edu.sa/

– masa pendaftaran terbatas dan segala proses penerimaan mahasiswa dibawah naungan kampus
6. Keterangan
– kami rasa pendaftar yang telah mendaftarkan dirinya tahun lalu telah mengetahui tahapan-tahapan Pendaftaran,jadi jika ingin mencoba untuk mendaftar kembali tidak perlu bertanya seputar tata cara pendaftaran

– kami rasa pendaftar (yang belum pernah mendaftarkan sebelumnya) yang telah memahami bahasa Arab dengan baik dapat menyelesaikan tahap tahap pendaftaran dengan baik
– dikarenakan link Pendaftaran belum bisa dibuka (yang Insyaallah pada waktu pendaftaran akan kembali aktif) maka kami mencukupkan pada postingan kali ini untuk pemberitahuan informasi beasiswa saja, mudah-mudahan kami diberikan kemudahan untuk menulis tahapan-tahapan Pendaftaran secara detail
– kami selaku admin PPMI Majma’ah Arab Saudi memohon maaf kepada khalayak sekalian jika terdapat kekurangan, maupun salah dalam menyampaikan informasi beasiswa khususnya dan seputar PPMI Majma’ah di Arab Saudi pada umumnya.

.

.

.

Zulfi KSA 3 rabi’ul awwal 1439

Admin PPMI Majma’ah

PANDUAN PENDAFTARAN ONLINE BEASISWA UNIVERSITAS MAJMA’AH

Sebelum kami menjabarkan alur panduan pendaftaran online beasiswa,kami ingin menghimbau semua dengan beberapa himbauan:

1.untuk saat ini Mahasiswa non Saudi dari luar Arab Saudi langsung menuju jenjang kuliah tanpa ada kelas bahasa jika memang sudah dinilai lulus,oleh karena itu memahami bahasa Arab sudah menjadi syarat mutlak  penunjang kuliah di universitas Majma’ah
2.tunjangan untuk mahasiswa universitas Majma’ah sama seperti tunjangan Mahasiswa S1 pada umumnya di seluruh universitas Arab Saudi
3.untuk saat ini Mahasiswa non Saudi dari luar Arab Saudi yang menerima minhah kharijiyyah dari universitas Majma’ah diperuntukkan hanya untuk fakultas tarbiyah jurusan dirasat Islamiyyah
4.berkas-berkas yang diperlukan untuk mendaftar:
– foto paspor yang masih aktif dalam bentuk scan
– ijasah SMA beserta transkip nilai nya dilengkapi ijasah terjemahan bahasa Arab dan semua file ini dijadikan satu berbentuk file pdf yang berukuran 2 MB dan judul file nya berbahasa Inggris

5.banyak pendukung kegiatan ilmiah diluar kampus seperti kegiatan halaqoh quran, muhadoroh rutinan, Ditambah dengan kunjungan Masyayikh dan kegiatan pendukung lainnya

6.untuk sekarang ini tidak ada muqabalah via telepon cukup dengan Pendaftaran online saja dalam menentukan kelulusan

7.sampai saat ini beasiswa yang terbuka untuk mahasiswa non Saudi dari luar Arab Saudi hanya di jenjang S1 saja dan khusus Mahasiswa

PANDUAN PENDAFTARAN

Ada beberapa himbauan juga terkait panduan pendaftaran:
1.hendaknya ketika kalian mendaftar jadikanlah waktu pendaftaran kalian Tersebut satu waktu,yakni jangan mendaftar pada sore hari kemudian ditinggal dan malamnya kembali diteruskan,hal tersebut agar proses pendaftaran berhasil dan halaman pendaftaran tetap aktif
2.hendaknya ketika mendaftar pastikan halaman pendaftaran berupa halaman browser baru bukan halaman yang telah dipakai,karena banyak yang bertanya kalau sebagian dari Pendaftar tidak menemukan kolom “minhah kharijiyyah”,jadi bagi yang tidak menemukan kolom tersebut hendaknya halaman pendaftaran nya diganti/update kembali
3.terkadang terjadi eror dalam halaman pendaftaran dikarenakan banyaknya jumlah pendaftar,oleh karena itu cari waktu yang pas untuk mendaftar, mungkin di waktu pagi dan jangka waktu pendaftaran cukup lama sekitar dua Minggu,jadi tidak perlu khawatir takut ketinggalan kesempatan ini
4.mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan dan diteliti ketika mendaftar

Dibawah ini panduan pendaftaran beasiswa universitas Majma’ah:

1.

Tampillan ini merupakan tampilan awal ketika kalian mengklik akun Pendaftaran Http://edugate.mu.edu.sa/ dan klik kolom pertama sesuai panduan didalam gambar
2.

Kemudian diikuti panduan nya sebagaimana yang tertera di dalam gambar
3.

Dan pada halaman ini silahkan dipilih kolom “منحة خارجية dan diceklis setelah selesai mengisi
4.

Pada halaman ini Pendaftar diminta untuk mengisi data untuk pengajuan permohonan pendaftaran dan untuk membuat “كلمة السر” yaitu dengan menggunakan angka, misalnya: no 1 sampai 6, dan password yang telah diregistrasi harap dihafalkan untuk memudahkan konfirmasi kedepannya
5.

Untuk mengisi nama, misalnya nama Pendaftar: “Muhammad Amin Nasution” jadi Pendaftar mengisi pada -kolom pertama: Muhammad -kolom kedua:amin -kolom ketiga: bin -kolom keempat: Nasution

-dan dipastikan contac handphone nya aktif agar memudahkan proses penerimaan

-kami keliru,nomor telepon tidak pakai +cukup dengan kode negara Indonesia :62
6.

Untuk mengisi kolom”نوع الشهادة” bisa diisi dengan “علمي” untuk ijasah jurusan MIPA dan untuk pilih untuk jenis ijasah lainnya,jika tidak ada yang sesuai bisa memilih “أخرى”

-dan untuk pengisian nilai ijasah: misalnya nilai ijasah Pendaftaran: “4,5 dari 5.0” jadi mengisi pada kolom kanan: 45 dan kolom kiri 50 (tanpa koma)
7.

Pada halaman ini Pendaftar diminta untuk mengisi data pihak keluarga (yang ada hubungannya dengan Pendaftar) dalam rangka memudahkan untuk menghubungi Pendaftar jika terjadi sesuatu hal,dan tidak ada salahnya untuk mengisinya dengan baik
8.

Jangan lupa bagi Pendaftar untuk mengklik “اضافة”untuk memilih bahasa yang tersedia,dan tahapan ini Haris diisi agar bisa lanjut untuk ke tahap selanjutnya
9.

Dan tahapan ini tahapan terakhir dalam menkonfirmasi data Pendaftar, dipastikan tidak ada yang kurang atau salah dan jika Pendaftar merasa telah menyelesaikan dalam mengisi data klik “تأكيد” untuk menuju tahapan selanjutnya
10.

Pada halaman ini Pendaftar diminta untuk meng-upload berkas-berkas yang dibutuhkan (maklumat seputar berkas-berkas yang dibutuhkan untuk pendaftaran telah kami rangkumkan pada poin ke 4 di awal postingan ini)

-dipastikan agar meng-upload secara benar agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan
11.

Jika Pendaftar telah sampai pada halaman ini berarti Pendaftar telah berhasil dan mengklik ” طباعة الطلب”untuk mencetak hasil permohonan pendaftaran dan file tersebut disimpan untuk dokumentasi

– dan pada halaman ini juga Pendaftat telah mendapatkan”رقم طلب”pada bagian kanan atas,yang tandanya sebagai isyarat bahwa permohonan pendaftaran telah berhasil

Dan file diatas merupakan contoh atas Pendaftaran yang berhasil dan kami himbau kepada Pendaftar agar teliti dan tidak terburu-buru dalam mengisi Pendaftaran agar tidak terjadi hal yang diinginkan karena kesempatan Pendaftaran masih terbuka lebar sampai dua Minggu kedepan.

– bagi yang ingin mengoreksi Pendaftaran nya karena salah atau kekurangan sesuatu bisa ikuti panduan dibawah ini

– silahkan klik “تعديل الطلب” untuk mengoreksi berkas yang ingin dirubah

.

.

Inilah panduan dan beberapa himbauan yang berkaitan dengan beasiswa universitas Majma’ah yang kami bisa rangkum

Semoga Allah ta’ala memberikan kemudahan dan keputusan terbaik atas apa yang kita usahakan

Kami memohon maaf kepada semua jika terdapat kekurangan dalam menuangkan informasi seputar beasiswa Khususnya Dan informasi lain pada umumnya.
Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihat
Washalallahu’ala nabiyyina Muhammad

.

.

Untuk konsultasi bisa menghubungi kami di nomor (WhatsApp) +966536344145

.

.

.

Ppmi Majma’ah

Zulfi KSA 9 rabi’ul awwal 1439

PROGRAM “SYIFAUSH SHUDUR” UNTUK PEMULA DI BIDANG TAFSIR AL-QURAN

tidak diragukan kembali akan keutamaan ilmu syar’i dan semulia-mulia nya ilmu syar’i adalah ilmu tafsir,Karena mulianya sebuah ilmu tergantung dengan mulianya sesuatu yang berkaitan dengan ilmu tersebut,dan sudah sangat jelas bahwa ilmu tafsir berkaitan dengan firman Allah yang maha mulia,oleh karena itulah seorang muslim dituntut untuk mempelajari ilmu  tersebut agar memudahkannya dalam memahami firman Allah subhanahu wa ta’ala
Termasuk salah satu kegiatan keilmuan mingguan dari Mahasiswa non saudi universitas Majma’ah adalah program “syifaush shudur” yang merupakan program Al-Quran dibawah naungan Jam’iyyah Al-Quran di kota zulfi Arab Saudi,dan kegiatan tersebut dilangsungkan setiap malam Rabu setelah shalat Magrib di perpustakaan asrama mahasiswa.
berikut ini beberapa maklumat berkaitan dengan program tersebut:
1.mengenal program syifaush shudur
Yaitu sebuah kajian pembacaan kitab tafsir muyassar (cetakan Majma’ Malik Fahd untuk pencetakan mushaf asyarif yang dinaungi oleh departemen urusan keislaman,wakaf,dakwah dan bimbingan keagamaan kerajaan Arab Saudi) yang dirangkum oleh beberapa ahli tafsir dengan metode pembacaan seksama(teliti dan penghayatan),bertujuan agar seorang pembaca al-quran dapat memahami makna-makna ayat dan juga dapat menghafal lafadz-lafadz Al-Quran yang mengandung makna-makna yang membutuhkan penjelasan,dan nantinya akan ada majlis munaqosyah bersama musyrif kajian(musyrif yang kompeten dalam bidang tafsir)atas ayat-ayat yang telah ditelaah oleh sang peserta
2.tujuan dari program
– berupaya agar peserta berakhlak sesuai dengan Al-Qur’an

– menghafal makna-makna dari kosakata gharib Al-Quran

– memahami ayat Al-quran dengan faham yang benar sesuai manhaj salafus shalih

– kemampuan dalam menempuh jenjang yang lebih luas dalam membaca kitab-kitab tafsir para ulama

– mentadabburi Al-Quran
3.tata cara program
peserta dituntut untuk menghafalkan kosakata gharibul Quran dari panduan yang dibagikan oleh musyrif kajian(sesuai jumlah muqarror yang ditentukan setiap kajiannya),Kemudian ia membaca makna  kitab tafsir al-muyassar secara umum, ketika ia telah menyelesaikan dari muqarror yang telah ditentukan,barulah pihak musyrif menguji peserta tersebut atas muqarror yang ia telah baca di dalam majlis
4.ujian tulis untuk program
setiap selesai dari pembacaan lima juz Alquran akan diadakan ujian tulis untuk para peserta, begitu juga jika selesai dari pembacaan tafsir seluruhnya akan diadakan ujian akhir
5.cabang program
– tafsir Al-Quran 30 juz (cabang ini yang diikuti oleh mahasiswa non saudi universitas Majma’ah)

– tafsir surah mufasshal ( dari surat qaf sampai Surat An-Nas
6.Standarisasi penilaian untuk program
Penilaian peserta dinilai dari tiga point:

– kehadiran

– menghafal kosakata gharibul Quran

– kemampuan dalam menjawab soal atas munaqosyah yang dilakukan oleh musyrif
Perhatian:
– Program syifaush shudur ini merupakan program murni atas upaya pribadi dan sang musyrif hanya membantu dalam mengoptimalkan hasil atas apa yang peserta sudah usahakan dari hafalan mufradat gharibul Quran dan bacaan umum tafsir muyassar
– terdapat penghargaan dan wisuda untuk program ini bagi peserta yang lulus ujian dan mendapatkan nilai  yang sesuai standarisasi Jam’iyyah Al-Quran di kota zulfi Arab Saudi.

.

.

Untuk dapat mengetahui lebih jelas tentang program(proses munaqashah musyrif untuk peserta )ini bisa dilihat di link YouTube sebagai berikut:

.

.

PPMI Majma’ah

Zulfi KSA 5 rabi’ul awwal 1439

​​PEMBUKAAN PENDAFTARAN BEASISWA UNIVERSITAS MAJMA’AH SAUDI ARABIA TAHUN AJARAN 1439-1440/ 2017-2018

Telah dibuka kembali Pendaftaran beasiswa universitas Majma’ah yang akan dimulai pada tanggal 8-21 rabi’ul awwal 1439 atau yang bertepatan pada tanggal 26 November-9 Desember 2017
Diharapkan bagi siapapun yang ingin mendaftar agar mengetahui terlebih dahulu beberapa maklumat yang berkaitan dengan Pendaftaran
1.syarat penerimaan mahasiswa baru (non-saudi)
– diterapkan untuk mahasiswa non Saudi syarat-syarat penerimaan yang sesuai dengan ketentuan untuk mahasiswa Arab Saudi (lokal)

– batas umur Mahasiswa minimal 17 tahun maksimal 25 tahun

– tidak diperkenankan untuk pendaftar untuk mendaftar ke universitas Majma’ah jika ia telah menerima jenjang pendidikan dari salah satu lembaga pendidikan di Arab Saudi

– dokumen yang diperlukan harus dilegalisasi oleh pihak kedutaan besar Saudi Arabia di negara Pendaftar

– Pendaftar tidak pernah di droup out atau dikeluarkan oleh salah satu lembaga pendidikan Saudi Arabia

– bagi Pendaftar wanita hendaknya didampingi oleh mahrom nya, sesuai dengan arahan pendidikan dalam hal tersebut, baik sebagai penerima beasiswa pendidikan atau pekerja ( akan tetapi sampai saat ini belum dibuka beasiswa untuk mahasiswi non Saudi/ minhah kharijiyyah )

– Pendaftar telah dinyatakan lulus tes kesehatan yang telah ditetapkan oleh pihak kampus jika ia telah dinyatakan lulus Pendaftaran

– disyaratkan rekomendasi dari lembaga atau tokoh jika ia telah dinyatakan lulus (pengalaman admin berkas ini tidak terlalu urgent akan tetapi tetap perlu disiapkan)
2. Waktu berakhirnya beasiswa
Bagi setiap mahasiswa non Saudi (minhah kharijiyyah) diharapkan segera meninggalkan kerajaan arab Saudi setelah masa kelulusannya,dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 bulan dihitung dari hari kelulusan,jika telah berakhir masa pendidikan nya ( umumnya 4 tahun ) maka ia tidak boleh mengulur waktu lebih dari setengah Jangka pendidikan nya ( 2 tahun)
3. peraturan umum
– diterapkan untuk mahasiswa non Saudi peraturan yang berlaku di Arab Saudi

– Mahasiswa berada dalam naungan kampus selam masa pendidikan

– tidak dibenarkan untuk mahasiswa berpindah dari kampus ke kampus yang lainnya kecuali dalam keadaan yang dibenarkan

-tidak diperbolehkan bagi mahasiswa (minhah kharijiyyah) untuk melakukan pekerjaan di suatu perusahaan atau lembaga atau pribadi selama masa pendidikan

– diperlakukan untuk mahasiswa segala bentuk peraturan, himbauan dan maklumat yang aktif dalam wadah kampus

– diperkenankan bagi mahasiswa untuk memilih fakultas (akan tetapi untuk sekarang ini Mahasiswa non Saudi yang menerima minhah kharijiyyah hanya difokuskan di fakultas tarbiyah jurusan dirasat Islamiyyah )kecuali kedokteran karena fakultas tersebut dikhususkan untuk mahasiswa lokal
4.berkas yang diperlukan
– foto paspor yang masih aktif dalam bentuk scan

– ijasah SMA asli atau sederajat dan transkrip nilai nya ditambah lampiran ijasah terjemahan berikut transkrip nilai nya dalam bentuk scan Kemudian dijadikan dalam satu file pdf dengan ukuran sesuai dengan permintaan dalam kolom Pendaftaran (sampai saat ini admin belum bisa memastikan ukuran file dikarenakan link Pendaftaran yang belum bisa dibuka)
5. Pengajuan Pendaftaran
Pendaftaran beasiswa luar Saudi melalui situs akademik universitas Majma’ah dengan link sebagai berikut:

http://edugate.mu.edu.sa/
– masa pendaftaran terbatas dan segala proses penerimaan mahasiswa dibawah naungan kampus
6. Keterangan
– kami rasa pendaftar yang telah mendaftarkan dirinya tahun lalu telah mengetahui tahapan-tahapan Pendaftaran,jadi jika ingin mencoba untuk mendaftar kembali tidak perlu bertanya seputar tata cara pendaftaran
– kami rasa pendaftar (yang belum pernah mendaftarkan sebelumnya) yang telah memahami bahasa Arab dengan baik dapat menyelesaikan tahap tahap pendaftaran dengan baik
– dikarenakan link Pendaftaran belum bisa dibuka (yang Insyaallah pada waktu pendaftaran akan kembali aktif) maka kami mencukupkan pada postingan kali ini untuk pemberitahuan informasi beasiswa saja, mudah-mudahan kami diberikan kemudahan untuk menulis tahapan-tahapan Pendaftaran secara detail
– kami selaku admin PPMI Majma’ah Arab Saudi memohon maaf kepada khalayak sekalian jika terdapat kekurangan, maupun salah dalam menyampaikan informasi beasiswa khususnya dan seputar PPMI Majma’ah di Arab Saudi pada umumnya.

.

.

.

Zulfi KSA 3 rabi’ul awwal 1439

Admin PPMI Majma’ah